Sistem penilaian risiko kebakaran (Fire Risk Assessment) tingkat lanjut berbasis K3, Bow Tie, AHP, & Logika Fuzzy. Didesain khusus untuk keselamatan manufaktur dan komersial berskala tinggi.
Asesmen risiko kebakaran bukan hanya sekadar kepatuhan formalitas, melainkan pilar utama perlindungan integritas operasional pabrik.
Memastikan fasilitas Anda mematuhi regulasi UU No. 1 Tahun 1970 K3, standar SNI, serta persyaratan audit keselamatan kebakaran dinas terkait secara mutlak.
Melindungi investasi fisik, mesin produksi, dan pergudangan dari bahaya kebakaran berantai melalui analisis preventif dan mitigatif dini.
Menganalisis kecukupan sistem evakuasi darurat, waktu respons aman (RSET), dan melatih kesiapsiagaan tanggap darurat para pekerja pabrik.
DawamFRA mengintegrasikan teknik evaluasi risiko industri tercanggih guna mereduksi bias penilaian manual.
Metode Bow Tie memetakan skenario kebakaran secara utuh dengan menempatkan peristiwa bahaya utama (Top Event) di tengah. Di sisi kiri dianalisis bahaya penyulut (Threats) beserta penghalang preventif (Preventive Barriers), sedangkan di sisi kanan dianalisis tindakan peredam akibat (Mitigative Barriers) untuk mencegah dampak fatal (Consequence).
Arahkan kursor atau ketuk komponen diagram di samping untuk melihat deskripsi detail dari analisis risiko.
Arahkan kursor atau ketuk kartu-kartu di atas untuk memetakan jalur ancaman, penghalang proteksi, dan konsekuensi kebakaran secara visual.
Untuk menghilangkan subjektivitas assessor, bobot prioritas kriteria dihitung menggunakan algoritma Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil skor kuesioner kemudian diolah melalui Fuzzy Inference System (Mamdani) untuk menentukan klasifikasi tingkat risiko secara presisi.
Gunakan slider di samping untuk mengubah kondisi pengamanan pabrik dan lihat perhitungan fuzzy risk level secara langsung.
Parameter saintifik dari simulasi dinamika fluida kebakaran (seperti FDS/CFAST) diintegrasikan untuk memvalidasi performa evakuasi bangunan. Kecepatan kenaikan laju pelepasan panas (Heat Release Rate) dan suhu gas dianalisis.
Pilih mode simulasi di bawah untuk memvisualisasikan dampak sistem sprinkler dalam mengendalikan energi kebakaran.
DawamFRA merujuk dan menerapkan berbagai teknik penilaian risiko kebakaran standar nasional (SMK3 PP 50/2012) dan standar internasional (NFPA 551 & ISO 31000) secara komprehensif.
Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penetapan pengendalian rutin secara tabular yang disesuaikan dengan regulasi keselamatan kerja nasional.
Visualisasi komprehensif skenario kebakaran dari penyebab (Threats), peristiwa utama (Top Event), hingga mitigasi dampak (Consequences).
Analisis deduktif top-down untuk melacak kombinasi kegagalan sistem proteksi kompleks (seperti kegagalan pompa hidran atau detektor).
Evaluasi keandalan komponen alat proteksi secara individual dengan menghitung Risk Priority Number (RPN) untuk skala prioritas perawatan.
Metode skrining kreatif berbasis pertanyaan skenario untuk mengantisipasi risiko akibat modifikasi proses atau area operasional baru.
Kombinasi perbandingan berpasangan pakar (AHP) dan logika fuzzy Mamdani untuk mereduksi bias penilaian subjektif dari assessor.
Simulasi numerik rekayasa fluida komputer untuk memodelkan perambatan api, temperatur gas, dan akumulasi asap secara kuantitatif.
Pendekatan penilaian semi-kuantitatif hingga probabilitas matematis murni guna menganalisis dampak fatal pada fasilitas industri kritis.
Metodologi dasar keselamatan kerja nasional yang mewajibkan perusahaan mengidentifikasi semua potensi bahaya di tempat kerja, menilai besaran risiko (kombinasi kemungkinan dan dampak), serta merancang skema pengendalian.
Proses HIRARC berjalan secara berkelanjutan. Identifikasi bahaya mencakup aspek fisik, kimia, kelistrikan, dan operasional. Penilaian risiko menggunakan skala probabilitas dan keparahan untuk menetapkan prioritas tindakan, diikuti dengan pengendalian menggunakan hirarki kontrol.
Metode ini menjadi dasar seluruh kuesioner pada Kategori A (Legal Compliance) Kepatuhan Hukum & Regulasi dan Kategori B (Fire Prevention Measures) Tindakan Pencegahan Kebakaran. Kuesioner menilai keberadaan izin, pelatihan tanggap darurat, dan kepatuhan penyimpanan bahan berbahaya sesuai regulasi nasional.
Risiko = Likelihood (L) x Severity (S)
Pengendalian mengikuti Hirarki Kontrol: 1. Eliminasi, 2. Substitusi, 3. Rekayasa Teknik, 4. Administratif (SOP/Rambu), 5. Alat Pelindung Diri (APD).
| Consequence (Tingkat Dampak) → | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Likelihood ↓ | 1 (Dapat Diabaikan) | 2 (Minor) | 3 (Moderat) | 4 (Kritis) | 5 (Katastropik) |
| 5 (Hampir Pasti) | 5 (Sedang) | 10 (Tinggi) | 15 (Sgt Tinggi) | 20 (Sgt Tinggi) | 25 (Sgt Tinggi) |
| 4 (Sering) | 4 (Rendah) | 8 (Sedang) | 12 (Tinggi) | 16 (Sgt Tinggi) | 20 (Sgt Tinggi) |
| 3 (Mungkin) | 3 (Rendah) | 6 (Sedang) | 9 (Sedang) | 12 (Tinggi) | 15 (Sgt Tinggi) |
| 2 (Jarang) | 2 (Sgt Rendah) | 4 (Rendah) | 6 (Sedang) | 8 (Sedang) | 10 (Tinggi) |
| 1 (Sangat Jarang) | 1 (Sgt Rendah) | 2 (Sgt Rendah) | 3 (Rendah) | 4 (Rendah) | 5 (Sedang) |
Hentikan segera semua aktivitas operasional pada area risiko. Diperlukan tindakan perbaikan darurat dan eskalasi langsung ke jajaran Direksi perusahaan.
Perbaikan sistem pengamanan wajib diselesaikan sesegera mungkin (maksimal 7 hari) dan segera dilaporkan kepada jajaran manajemen senior HSE.
Tindakan perbaikan wajib dimasukkan ke dalam rencana kerja terstruktur dan diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 30 hari.
Risiko dapat dikelola menggunakan Standard Operating Procedure (SOP) rutin yang ada dan dipantau kinerjanya secara periodik.
Tingkat risiko dapat diterima secara aman (Acceptable). Lakukan monitoring berkala serta dokumentasikan sebagai referensi kepatuhan kerja.
Apabila memerlukan konsultasi lebih lanjut silakan hubungi ke kontak 08xxxxxxxx. Tim ahli keselamatan kebakaran kami siap membantu Anda melakukan audit keselamatan menyeluruh, penyusunan dokumen K3, serta pemodelan risiko kuantitatif di fasilitas industri Anda.
Hubungi Kontak: 08xxxxxxxxInspeksi keandalan instalasi APAR, sistem Hydrant, Sprinkler, detektor asap, serta sarana jalan keluar evakuasi darurat.
Analisis risiko kebakaran komprehensif menggunakan matriks AHP, Logika Fuzzy, serta diagram Bow Tie terintegrasi.
Simulasi numerik 3D dengan FDS (Fire Dynamics Simulator) untuk memodelkan perambatan asap, suhu gas, dan waktu evakuasi.